TUGAS ARTIKEL

TUGAS MICROSOFT WORD

ARTIKEL PPK

“PSIKOLOGI”

DISUSUN OLEH:

SULASTRI

(09.0.B.709)

AKBID MITRA HUSADA KARANG ANYAR

2010/2011

HOSPITALISASI

Hospitalisasi adalah suatu proses karena suatu alasan darurat atau berencana mengharuskan anak utk tinggal drumah sakit menjalani terapi dan perawatan sampai pemulangan kembali kerumah.

Selama proses tersebut bukan saja anak tetapi orang tua juga mengalami kebiasaan yang asing, lingkingannya yang asing, orang tua yang kurang mendapat dukungan emosi akan menunjukkan rasa cemas. Rasa cemas pada orang tua akan membuat stress anak meningkat. Dengan demikian asuhan keperawatan tidak hanya terfokus pada anak tetapi juga pada orang tuanya.

REAKSI ANAK TERHADAP HOSPITALISASI

Reaksi tersebut bersifat individual dan sangat tergantung pada usia perkembangan anak, pengalaman sebelumnya terhadap sakit, sistem pendukung yang tersedia dan kemampuan koping ysng dimilikinya, pada umumnya, reaksi anak terhadap sakit adalah kecemasan karena perpisahan, kehilangan, perlukaan tubuh, dan rasa nyeri.

v  Reaksi anak pada hospitalisasi :

  1. Masa bayi ( infant ) usia 0 s/d 1 tahun

Dampak perpisahan : Pembentukan rasa PD dan kasih sayang

Usia anak > 6 bulan terjadi stanger anxiety / cemas

–      Menangis keras

–      Pergerakan tubuh yang banyak

Ekspresi wajah yang tidak menyenangkan

  1. Masa Todler usia 2 s/d 3 tahun

Sumber utama adalah cemas akibat perpisahan. Disinio respon perilaku anak dengan tahapnya.

~ Tahap protes menangis, menjerit, menolak perhatian orang lain

~ Putus asa menangis berkurang, anak tak aktif, kurang menunjukkan  minat bermain, sedih, apatis

~ Pengingkaran / denial

–      Mulai menerima perpisahan

–      Membina hubungan secara dangkal

–      Anak mulai menyukai lingkungannya

  1. Masa Prasekolah usia 3 sampai 6 tahun

–      Menolak makan

–      Sering bertanya

–      Menangis perlahan

–      Tidak kooperatif terhadap petugas kesehatan

Perawatan di rumah sakit :

–      Kehilangan control

–      Pembatasan aktivitas

Sering kali dipersepsikan anak sekolah sebagai hukuman. Sehingga ada perasaan malu , takut sehingga menimbulkan reaksi agresif, marah, berontak, tidak mau bekerja sama dengan perawat.

  1. Masa sekolah usia 6 sampai 12 tahun

Perawatan di rumah sakit memaksakan meninggalkan lingkunagan yang dicintai, keluarga, kelompok social sehingga menimbulkan kecemasan.

Kehilangan control berdampak pada perubahan peran dalam keluarga, kehilangan kelompok social, perasaan takut mati, kelemahan fisik.

Reaksi nyeri bias digambarkan dengan verbal dan  nonverbal.

  1. Masa remaja usia 12 sampai 18 tahun

Anak remaja begitu percaya dan terpengaruh kelompok sebayanya.

Saat merasa cemas karena perpisahan tersebut pembatasan aktifitas kehilangan control.

Reaksi yang akan muncul :

–      Menolak perawatan / tindakan yang dilakukan

–      Tidak koperatif dengan petugas

Perasaan sakit akibat perlukaan menimbulkan respon :

–      Bertanya-tanya

–      Menarik diri

–      Menolak kehadiran orang lain

REAKSI ORANG TUA TERHADAP HOSPITALISASI

Perasaan yang muncul dalam hospitalisasi yaitu takut dan cemas, perasaan dan frustasi.

Kehilangan anak yang dicintainya :

–      Prosedur yang menyakitkan

–      Informasi buruk tentang diagnose medis

–      Perawatan yang direncanakan

–      Pengalaman perawatan sebelumnya

*Perasaan sedih :

Kondisi terminal perilaku isolasi / tidak mau didekati orang lain.

*Perasaan frustasi :

Kondisi yang tidak mengalami perubahan perilaku tidak kooperatif, putus asa, menolak tindakan,menginginkan P.P

*Reaksi saudara kandung terhadap perawatan anak di RS :

Marah, cemburu, benci rasa bersalah

INTERVENSI PERAWATAN DALAM MENGATASI DAMPAK HOSPITALISASI

Fokus intervensi keperawatan adalah :

–      Meminimalkan stressor

–      Memaksimalkan manfaat hospitalisasi memberikan dukungan psikologi pada anggota keluarga

–      Mempersiapkan anak sebelum masuk rumah sakit

Upaya meminimalkan stressor atau penyebab stress dapat dilakukan dengan cara :

–      Mencegah atau mengurangi dampak perpisahan

–      Mencegah perasaan kehilangan control

–      Mengurangi / meminimalkan rasa takut terhadap perlukaan tubuh dan rasa nyeri

Upaya mencegah / meminimalkan dampak perpisahan

  1. Melibatkan orang tua berperan aktif dalam perawatan anak
  2. Modifikasi ruang perawatan
  3. Mempertahankan kontrak dengan kegiatan sekolah
  4. Surat-menyurat, bertemu dengan teman sekolah

Mencegah perasaan kehilangan control :

–      Hindarkan pembatasan fisik jika anak dapat kooperatif

–      Bila anak diisolasi lakukan modifikasi lingkungan

–      Buat jadwal untuk prosedur terapi, latihan, bermain

–      Member kesempatan anak mengambil keputusan dan melibatkan orang tua dalam perencanaan kegiatan

Meminimalkan rasa takut terhadap cedera tubuh dan rasa nyeri

  • Mempersiapkan psikologi anak dan orang tua untuk tindakan prosedur yang menimbulkan rasa nyeri
  • Lakukan permainan sebelum melakukan persiapan fisik anak
  • Menghadirkan oang tua bila memungkinkan
  • Tunjukkan sikpa empati
  • Pada tindakan elektif bila memungkinkan menceritakan tindakan yang dilakukan melalui cerita, gambar. Perlu dilakukan pengkajian tentang kemampuan psikologi anak menerima informasi ini dengan terbuka.

Memaksimalkan manfaat hospitalisasi anak

  • Membantu perkembangan anak dengan member kesempatan orang tua untuk belajar
  • Memberi kesempatan pada orang tua untuk belajar tentang penyakit anak
  • Meningkatkan kemampuan control diri
  • Memberi kesempatan untuk sosialisasi
  • Memberi support kepada anggota keluarga

Mempersiapkan anak untuk mendapat perawatan di rumah sakit

  • Siapkan ruang rawat sesuai dengan tahapan usia anak
  • Mengorientasikan situasi rumah sakit

Pada hari pertama lakukan tindakan :

–      Kenalkan perawat dan dokter yang merawatnya

–      Kenalkan pada pasien yang lain

–      Berikan identitas pada anak

–      Jelaskan aturan rumah sakit

–      Laksanakan pengkajian

–      Lakukan pemeriksaan fisik

Pengertian bermain

  • Cara alamiah bagi anak untuk mengungkapkan konflik dalam dirinya yang tidak disadari
  • Kegiatan yang dilakukan sesuai dengan keinginan sendiri untuk memperoleh kesenangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: