TUGAS ARTIKEL

TUGAS ARTIKEL

OLAHRAGA BAGI KESEHATAN

DISUSUN OLEH

NAMA : DISCA NINDI A

NIM : 09.0.B.672

AKADEMI  KEBIDANAN MITRA HUSADA

PAPAHAN TASIKMADU

KARANGANYAR

OLAHRAGA BAGI KESEHATAN

Dalam majalah Oregonian 1998, dipublikasikan tentang Ben Levinson, yang dalam usia 103 tahun memecahkan rekor dunia untuk pelemparan bola bagi pria yang berumur di atas 100 tahun.  Ia berhasil melemparkan bola sejauh 3,32 meter.  Tiga belas tahun sebelumnya, Ben Levinson adalah seorang yang (i) depresi, (ii) tidak sehat sebagaimana lazimnya pada orang yang berumur 90 tahun, (iii) mempunyai pergerakan yang terbatas, (iv) tidak berdaya, (v) seolah-olah sudah siap untuk meninggal dunia.  Ben merupakan seorang yang lemah dan sangat bergantung kepada orang lain, kerena tidak mempunyai kebiasaan untuk bergerak badan.  Namun, Ben sangat beruntung kerena ia bertemu dengan Dave Crawley, seorang pelatih atletik yang menantangnya untuk hidup “seperti seorang yang berumur 80 tahun.”  Dave mulai melatih Ben dalam program latihan agar otot-ototnya menjadi kuat, dan dapat berangsur-angsur berjalan selama 20 menit sehari dengan kecepatan 4 km per jam, serta melakukan latihan angkat besi sebanyak 3-4 kali seminggu.  Hasilnya, postur badan Ben Levinson menjadi lebih tegap seolah-olah ia telah bertambah tinggi sebanyak 5 cm dan memiliki kepercayaan diri yang lebih besar.  Suatu pertanyaan yang perlu kita renungkan ialah: “Bila olahraga dapat memperbaiki kesehatan seorang yang sudah berumur 90 tahun, bayangkan saja betapa besar manfaatnya kepada kita yang masih jauh lebih muda ini?”

Dalam buku “Olahraga Sumber Kesehatan,” yang kami tulis, ada 30 keuntungan berolahraga secara teratur.  Namun untuk artikel ini saya ingin memasukkan hanya 8 keuntungan berolahraga secara teratur, yaitu:

1). Menjadi lebih giat (energizes). Tenaga yang  diproduksikan akan melebihi dari kebutuhan aktivitas kita sepanjang hari. Bukankah menguntungkan bilamana setelah Anda pulang kerja Anda masih ada cukup tenaga untuk memotong rumput atau membersihkan rumah dan sebagainya?

2). Menurunkan tekanan darah tinggi. New England Journal of Medicine mempublikasikan satu penyelidikan yang menyatakan bahwa senam kebugaran (aerobic) menurunkan tekanan darah dari penderita tekanan darah tinggi.  Perlu diketahui bahwa pengobatan tekanan darah tinggi dapat menimbulkan berbagai efek sampingan.  Para pasien tekanan darah tinggi sering dicoba dengan berbagai macam obat darah tinggi, sebelum ditemukan pengobatan yang dapat ditoleransikan efek sampingannya.  Olahraga sungguh merupakan pengobatan secara alamiah yang efektif.

3). Menguatkan tulang-tulang. Statistik menyatakan satu dari 2 (dua) wanita yang berumur di atas 50 tahun akan mengalami patah tulang disebabkan adanya keropos tulang (osteoporosis) sedangkan pada pria hanya satu dari 8 (delapan) pria yang berumur di atas 50 tahun.  Hal ini lebih menonjol diderita oleh para wanita setelah menopause (berhentinya haid selama 12 bulan), karena menurunnya hormon estrogen secara drastis.  Berikut ini adalah perubahan hormon estrogen terhadap periode mati haid wanita.

Perubahan Tingkatan Hormon Estrogen dalam Mati Haid (Menopause)

Sebelum Mati Haid

Masa Transisi

Mati Haid

Sesudah Mati Haid

Grafik fluktuasi hormon estrogen  turun naik secara teratur Grafik fluktuasi hormon estrogen naik turun secara tidak teratur Grafik hormon estrogen menurun  secara drastis

Hormon estrogen mengambil peranan utama dalam pembentukan tulang baru.  Puncak pembentukan tulang yang maksimum terdapat pada usia 35 tahun. Setelah itu massa produksi tulang akan makin hari makin menipis.  Lima tahun pertama sesudah wanita mengalami mati haid, persentase massa produksi tulang yang hilang adalah sekitar 3-5% setiap tahun dan selanjutnya sebanyak 1–2% pada setiap tahun berikutnya.  Akibat adanya keropos tulang ini maka tampak adanya perubahan postur wanita dalam hidupnya. Bila seorang wanita masih berumur 55 tahun, postur badannya masih tampak tegap.  Pada usia 65 tahun, postur badannya mulai membongkok dan pada usia 75 tahun, postur badannya sudah sangat bongkok kerena hilangnya massa produksi tulang di tulang punggung yang bisa menyebabkan patah tulang di tulang punggung.  Keropos tulang juga dapat mengakibatkan patah tulang di pergelangan tangan dan panggul.  Washington University School of Medicine (St. Louis) mengadakan suatu riset yang menunjukkan bahwa selama para wanita melakukan gerak badan dengan memikul berat badannya (weight bearing exercises) seperti berjalan cepat, berlari cepat atau naik turun tangga, maka massa produksi tulangnya dapat ditingkatkan sebanyak 2-3% per tahun.

4). Meningkatkan HDL (High-Density Lipoprotein atau kolesterol yang baik). Penyelidikan terhadap 3.000 pria berusia menengah menyatakan bahwa lebih sering berolahraga dihubungkan dengan meningkatnya kadar HDL, demikian diungkapkan dalam Archives of Internal Medicine 1995.

5). Menolong mencegah atau mengontrol penyakit kencing manis. Para ahli riset di Harvard telah mempublikasikan penelitiannya di Journal of American

Medical Association bahwa olahraga menurunkan resiko berkembangnya penyakit kencing manis pada orang dewasa. 

6). Menurunkan resiko penyakit-penyakit kanker tertentu. Dengan berolahraga tubuh akan memproduksi endorphin. Perlu diketahui bahwa endorphin selain memberikan perasaan yang enak, juga berfungsi memulihkan rasa sakit yang khasiatnya lebih hebat daripada morphine.  1 (satu) pico gram endorphin dapat menambah aktivitas sel-sel NK (Natural Killer cells) melawan sel-sel tumor sebesar 42%.  Lebih giatnya sel-sel NK bekerja, lebih cepat sel-sel tumor dimusnahkan.

7). Meningkatkan kualitas hidup. Menurut panel kesepakatan dari National Institute of Health, kualitas hidup utama yang diperoleh akibat berolahraga adalah: (i) kesehatan mental yang lebih baik, (ii) berkurangnya stres (iii) berkurangnya kecemasan dan depresi.

8). Memperbaiki komunikasi dari pada penderita Alzheimer. Dalam satu studi penelitian ketangkasan komunikasi dari penderita Alzheimer yang dipublikasikan dalam Journal of the American Geriatrics Society, didapatkan bahwa 40% dari para penderita Alzheimer yang menjalani program olahraga berjalan secara teratur, mengalami kemajuan yang berarti dalam ketangkasan komunikasi, sedangkan sebagian penderita yang hanya diberikan latihan pelajaran untuk berbicara tidak menunjukkan  perbaikan yang berarti.

Setelah mendapatkan sekilas pandang pentingnya berolahraga, pertanyaan yang sering ditanyakan adalah: “Olahraga yang manakah yang direkomendasikan?  Secara umum ada 3 macam olahraga: 1) latihan kebugaran (aerobic) atau ketahanan, 2) lenturan atau meregangkan otot, dan 3) membangun atau menguatkan otot. Dari ketiga macam olahraga ini, latihan kebugaranlah yang sangat direkomendasikan.  Setiap orang dewasa Amerika dianjurkan untuk mengadakan gerak badan dengan intensitas selama 30 menit sebaiknya setiap hari.  Demikian anjuran dari The Center for Disease Control and the American College of Sports Medicine yang dikeluarkan pada tahun 1995.  Jadi bilamana Anda senantiasa berjalan cepat selama 30 menit selama 6 hari dalam satu minggu dan beristirahat pada hari Sabat, berarti Anda telah memenuhi rekomendasi dari The Center of Disease Control.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: